Uji Publik Kurikulum 2013

Berikut ini tukilan yang bersumber dari http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/uji-publik-kurikulum-2013-1. Di tautan http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id, rekan-rekan dapat memberikan masukan dan saran, termasuk mengunduh dengan gtratis gambaran kurikulum 2013 dengan format Pdf. Selamat berpartisipasi

Uji Publik Kurikulum 2013: Penyederhanaan, Tematik-Integratif

Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/uji-publik-kurikulum-2013-1

Posted Mon, 12/03/2012 – 15:36 by sidiknas

Pengembangan Kurikulum 2013 dilakukan dalam empat tahap. Pertama, penyusunan kurikulum di lingkungan internal Kemdikbud dengan melibatkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu dan praktisi pendidikan. Kedua, pemaparan desain Kurikulum 2013 di depan Wakil Presiden selaku Ketua Komite Pendidikan yang telah dilaksanakan pada 13 November 2012 serta di depan Komisi X DPR RI pada 22 November 2012. Ketiga, pelaksanaan uji publik guna mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu cara yang ditempuh selain melalui saluran daring (on-line) pada laman http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id , juga melalui media massa cetak. Tahap keempat, dilakukan penyempurnaan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013.

Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.

Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.

Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.

Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Paparan ini merupakan bagian dari uji publik Kurikulum 2013, yang diharapkan dapat menjaring pendapat dan masukan dari masyarakat.

Menambah Jam Pelajaran

Strategi pengembangan pendidikan dapat dilakukan pada upaya meningkatkan capaian pendidikan melalui pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi; efektivitas pembelajaran melalui kurikulum, dan peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru; serta lama tinggal di sekolah dalam arti penambahan jam pelajaran.

gambar1

skema1

Skema 1. menyajikan tentang Strategi Peningkatan Efektivitas Pembelajaran. Sedang gambar 1. menggambarkan tentang strategi meningkatkan capaian pendidikan, yang digambarkan melalui sumbu x (efektivitas pembelajaran melalui kurikulum, dan peningkatan kompetensi dan prefesionalitas guru), y (pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi) dan z (lama tinggal di sekolah dalam arti penambahan jam pelajaran).

Rasionalitas penambahan jam pelajaran dapat dijelaskan bahwa perubahan proses pembelajaran (dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu) dan proses penilaian (dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output) memerlukan penambahan jam pelajaran. Di banyak negara, seperti AS dan Korea Selatan, akhirakhir ini ada kecenderungan dilakukan menambah jam pelajaran. Diketahui juga bahwa perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat. Bagaimana dengan pembelajaran di Finlandia yang relatif singkat. Jawabnya, di negara yang tingkat pendidikannya berada di peringkat satu dunia, singkatnya pembelajaran didukung dengan pembelajaran tutorial yang baik.

Penyusunan kurikulum 2013 yang menitikberatkan pada penyederhanaan, tematik-integratif mengacu pada kurikulum 2006 di mana ada beberapa permasalahan di antaranya; (i) konten kurikulum yang masih terlalu padat, ini ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak; (ii) belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional; (iii) kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan; beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum; (iv) belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global; (v) standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru; (vi) standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala; dan (vii) dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.

skema2

skema3

Skema 2 menggambarkan tentang kesenjangan kurikulum yang ada pada konsep kurikulum saat ini dengan konsep ideal. Kurikulum 2013 mengarah ke konsep ideal. Sedang skema 3 menjelaskan alasan terhadap pengembangan kurikulum 2013

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hasil Kegiatan workshop Hari Pertama

Hari pertama dari seluruh rangkaian kegiatan workshop adalah pemaparan materi penyusunan RPP dan Silabus berkarakter. Materi ini disampaikan oleh Drs. I Gede Duniawan, M.Pd, pengawas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa kegiatan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik agar siap mengikuti proses pembelajaran. Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisifatif aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan inti dilakukan melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Ketiga proses tersebut dirancang secara terpadu dalam uraian langkah kegiatan inti, jadi tidak secara khusus terpilah-pilah dengan rincian kegiatannya. Kegiatan penutup merefleksikan kegiatan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian, refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut berupa PT dan atau KMTT (Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses; Juknis Pengembangan RPP, 2010)

DSCN7242

Pemaparan materi dari Drs. I Gede Duniawan, M.Pd

Sementara untuk Mata Pelajaran Bahasa, Penilaian Psikomotor bisa dilaksanakan dalam Penilaian Kemampuan Berbicara (Speaking) (Pedoman Khusus Pengembangan Sistem Penilaian Berbasis Kompetensi SMP, 2004; Bahan Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru SMP, 2005; Juknis Penyusunan Perangkat Penilaian Psikomotor, 2010)

Beberapa contoh hasil kerja peserta

RPP BERKARAKTER KLS 7 GENAP 2012-2013
RPP 11 VIII
BAHAN AJAR Kelas IX Semeseter GenapIX
rpp Kelas IX Semester Genap

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Workshop Peningkatan Kualitas Guru melalui kegiatan ICT

Pembukaan QWorkshop Peningkatan Kualitas Guru melalui kegiatan ICT

Di penghujung tahun 2012 ini, MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Buleleng yang diketuai oleh Ketut Arnatha, telah dengan sukses menyelenggarakan salah satu kegiatan peningkatan kualitas dan profesionalisme guru dengan rangkaian acara dalam workshop selama hampir satu bulan. Kegiatan ini berisi paparan materi yang mengambil narasumber dari DinasPendidikan Kabupaten, Dosen Jurusan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Ganesha, dan Widyaiswara dari LPMP Bali.

Pertemuan pertama dan kedua diisi oleh narasumber dari Dinas Pendidikan yang diwakili oleh dua pengawas yang berkompeten dalam penyusunan silabus dan RPP. Dengan metode simulasi dan unjuk kerja, peserta diarahkan untuk mempunyai produk dalam setiap sesi kegiatan. Pertemuan ketiga, keempat dan kelima, narasumber dari Undiksha memberikan materi tentang pemanfaatn Hot Potatoe sebagai msalah satu media dalam pembelajaran. Sedangkan pertemuan keenam, ketujuh, dan kedelapan diisi oleh narasumber dari LPMP Bali yang memberikan materi mengenai penyusunan bahan ajar dan PTK.

Beberapa foto kegiatan dalam pembukaan workshop

DSCN7231 DSCN7235 DSCN7231 DSCN7236

 

Posted in Kegiatan | Leave a comment